Categories
Otomotif

Ford Fokus Mengembangkan Focus Bag 2

Begitu pun dengan torsi yang meningkat dari 202 Nm menjadi 240 Nm. Uniknya, engineer Ford tidak memadukan keungulan mesin ini dengan transmisi dual clutch alias masih mengandalkan torque converter. Alasannya, minimnya slip yang terjadi pada transmisi dual clutch akan menimbulkan turbolag dan akselerasi menjadi kurang halus. Yup, hal itu langsung kami buktikan saat melintas di jalan berliku menuju Golding Wines, Adelaide.

Pengendalian presisi dan feedback setir begitu terasa. Kami merasa ‘pede’ bermanuver cepat lantaran daya cengkeram ban dapat terdeteksi via kemudi, meski mobil ini juga dilengkapi dengan kontrol kestabilan. Kian asyik, rasio gigi setir dirancang agar putaran kemudi kian sedikit, sehingga tidak merepotkan saat pengemudi perlu mengubah arah dengan cepat. Bantingan terasa tetap nyaman lantaran bushing arm memiliki kontruksi dan kompon karet baru yang mampu meminimalkan gerakan horizontal ketika bermanuver.

Kontrol kestabilan yang lebih advance memang diterapkan pada Focus ini, tapi kami menemukan sedikit trek untuk dapat melewati limit ini tanpa melanggar peraturan batas kecepatan. Saat kami paksa menikung tajam, gejala understeer tetap terjadi namun hanya perlu sedikit koreksi, daya cengkeram ban kembali diperoleh. Pun begitu saat di medan gravel, saat keempat ban mulai kehilangan grip, kontrol pergerakan kendaraan tetap mudah dikendalikan. Selebihnya, Ford tetap membenamkan SYNC 2, Active Park Assist, Lane Keeping System, Blind Spot Information System, Adaptive Cruise Control, Active City Stop dan Ford MyKey. Untuk tipe hatchback, Ford Focus ditawarkan mulai harga Rp 403 juta (Trend) dan Rp 441 juta (Sport).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *