Membuat Desain Rumah Unik dengan Nuansa Khas Etnik

Ada banyak ide-ide menarik yang sebenarnya bisa anda keluarkan saat mendesain sebuah rumah ataupun tempat hunian. Membangaun sebuah rumah dengan tema atau konsep, tentu akan sangat menarik dan lebih mudah. Sangat berbeda dengan rumah yang tidak memiliki konsep sama sekali, tersebut hanya akan menampilkan sebuah bangunan saja tanpa ada kesan maupun suasana yang lebih mendalam. Nahh, untuk di Indonesia saat ini. Tema ataupun konsep rumah klasik bernuansa etnik menjadi satu model konsep pembuatan rumah yang sangat digemari. Konsep etnik sendiri, juga memiliki bergram tema, yaitu etnik khas Bali, Jawa, maupun Kalimantan.

Joglo adalah rumah etnik khas Jawa, khususnya di Jawa Tengah yang sering diadopsi dalam pembuatan rumah modern zaman sekarang. Ciri khas rumah adat Jawa ini terletak pada bentuk bagian atap yang memeuncak, dan pemberian hiasan khas yang sering disebut dengan “wuwungan”. Selain itu, rumah etnik khas Jawa juga biasa menggunakan gebyok, atau pintu ukir kayu jati. Gebyok yang digunakan sebagai pintu dalam rumah etnik Jawa mengandung simbol dan makna tersendiri pada motif ukirannya.  Ukiran khas yang dibuat oleh seniman di Jepara tersebut, memiliki berbagai macam perlambangan tentang kehidupan. Motif ukirannya pun mengandung riwayat cerita sejarah akan cerita masa lampau.

Dalam dunia modern seperti sekarang, gebyok tak hanya digunakan sebagai pintu, atau gapura depan rumah saja, banyak desain kusen jendela serta sekat pembatas ruangan di dalam rumah juga mengadopsi dari bentuk gebyok pintu jati. Untuk menghsilkan motif ukiran indah dan bagus pada gebyok jati, seorang pengrajin atau khususnya seniman ukir harus benar-benar paham dan mengetahui bermacam model alat pahat (tatah) yang memiliki bergram jenis. Seperti penyiku, penyilat, coret, kol, pongot, dan lain-lain. Sebab, masing-masing alat pahat ini memilki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Misalnya adalah pahatan melengkung yang dibuat menggunakan tatah penyiku, bentuk lurus menggunakan tatah penyilap, tatah kol untuk bagian pahatan cekungan dan pongot untuk merapikan atau memahat bagian sudut ukiran.