Mengurangi Antibiotik dengan Penerapan Biosekuriti Bagian 2

Keuntungan Biosekuriti Tiga Zona

Pada kesempatan yang sama, Alfred Kompudu, National Technical Advisor FAO Indonesia mengutarakan hasil kajian implementasi biosekuriti pada broiler dan layer di 9 peternakan yang tersebar pada 6 kecamatan di Jateng. Yaitu Kec. Jati nom, Jogonalan, Nga wen, Karangnongko, Ce – per, dan Klaten Selatan. Studi pengamatan di lakukan selama seta – hun, mulai Agustus 2014 sampai Agus tus 2015. La lu dilanjutkan intervensi dari Sep tember 2015 hingga September 2016 berupa saran perbaikan meliputi biosekuriti, ma na jemen, dan vaksinasi. Hasil kajian diolah pada Oktober – No vember 2016 dengan mengkaji ha – sil pendam pingan, eva lu – asi produksi dan tantang – an, serta ken dala yang d – ihadapi.

Juga melakukan perubahan bersama dan evaluasi pro duksi atau re – view pendampingan de – ngan peternak. Ada 2 kajian yang diperoleh, yaitu kajian intervensi biosekuriti dan intervensi ma na jemen. Dari kedua kajian itu rata-rata capaian implementasi manajemen 60% dan biosekuriti 50%. Ketika dirata-ratakan, implementasi ke – duanya hanya 55%. Pada struktur biaya produksi broiler, komponen pakan ber – kisar 72%–83%, pengadaan DOC berkisar 13,3%–20,6%, dan lain-lain antara 5%–7%. Berdasarkan hasil peneliti an, peternak bi – na an bisa menghemat bia ya pakan Rp1.193/ekor/siklus. Sementara, biaya in – ter vensi sekitar Rp28/ekor/siklus. “Jika di – total maka keuntungan yang dida pat kan peternak binaan sebesar Rp1.165/ ekor/ siklus,” ia merinci. Biosekuriti tiga zona terdiri dari zona me – rah mulai pintu gerbang sampai di depan gudang atau tempat penyimpanan sandal dan alat-alat lainnya. Di tempat itu dilaku – kan pergantian alas kaki. Zona kuning sebagai tempat mencuci kaki, mandi di kamar mandi, perkantoran, gudang dan lain-lain. Zona hijau berupa area kandang.

FAO mengamati manfaat implementasi biosekuriti 3 zona pada 2 peternakan layer milik PT Waringin di Semarang, Jateng. Po – pulasinya 25 ribu ekor layer dengan multiumur dan manajemen yang sama. Mo ni – toring selama 18 bulan. Farm yang meng – implementasikan biosekuriti 3 zona ini berhasil menurunkan biaya antibiotik 42% dan memperoleh keuntungan produksi US$72/hari. Sebaliknya, farm yang tidak melaksanakan terjadi kerugian US$36/hari. Berdasarkan kajian kedua ini, Alfred me – nyimpulkan, biosekuriti 3 zona pada pe – ternakan layer berhasil mengurangi AMU sekaligus mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas. Di saat yang sama, biosekuriti 3 zona juga mengurangi risiko penularan penyakit seperti Avian Influenza (AI). “Jadi, investasi sederhana seperti 3-Zone Biosecurity akan menguntungkan pada saatnya,” tandas Alfred.