Panen Optimal dengan Pengganti AGP

Panen Optimal dengan Pengganti AGPgangguan pencernaan, kotoran basah dan tantangan dalam peternakan ayam ialah in – feksi dysbacteriosis dan clostridial penyebab ting ginya level amoniak penyebab masalah budi – daya, dermatitis pada kaki ayam dan kulit yang ter – ba kar, keseragaman bobot tubuh dan konversi pakan (FCR) yang rendah. Mengacu pada mekanisme kerja antibiotic growth promoter (AGP), menurut Neus Torrent, imbuhan pakan baru dikembangkan guna mencegah dan mengontrol sebab negatif yang mengakibatkan ma – salah pencernaan. “Pengganti AGP harus memenuhi kr iteria aman, hemat biaya, tidak beracun, tidak re sis – ten, dan mujarab. Tujuannya memperbaiki ke se ha tan, kesejahteraan, dan efisiensi produksi,” kata Ru minant Technical Manager T&V Nutricion Animal itu.

Pengganti AGP

Untuk menjaga kesehatan unggas, Neus menje – laskan bahan yang bisa menggantikan peran AGP adalah mineral, enzim, asam organik, prebiotik, dan minyak esensial. Drh. Ni Made Ria Isriyanti, Ph.D., Ka – sub dit Pengawasan Obat Hewan, Direktorat Kese -hat an Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan He – wan, Kementan, menambahkan, setidaknya ada 7 pengganti AGP yang digunakan di dunia, yaitu prebiotik, probiotik, asam organik, minyak esensial, enzim, bakteriofage, dan hiperimune. Probiotik contohnya Lactobacillus spp, Enterococcus spp, dan Bacillus spp. Prebiotik misalnya oligo – sakarida (MOS, FOS) dan inulin. Asam organik seperti asam butirat, asam kaproat, dan asam asetat. Minyak esensial berupa oregano, atsiri, dan thymol (minyak ekaliptus). Enzim seperti fitase dan polisakarida nonpati.

Bacteriophage itu bakteri dan hiperimune berupa antibodi. Meski begitu, “Ternyata di seluruh dunia juga belum ada yang mengatakan: wah ini yang paling pas,” ungkap Ni Made pada acara Indo Livestock Expo & Forum 2018 di Jakarta, (4/7). Indonesia juga memiliki sumber daya alam peng – ganti AGP yang sudah diteliti Universitas Lampung, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, dan IPB. Herbal itu berupa kunyit, sirih, daun jambu, me – niran, temulawak, jahe, kunyit, sereh, kencur, leng – kuas, temu hitam, temu kunci, bawang merah, ba – wang putih, kemangi, dan kelor. Setelah Permentan No. 14/2017 keluar pada Mei 2017, ada 21 produk pengganti AGP yang terdiri dari enzim, obat alami, dan asam organik dan 31 produk pergantian dari pakan menjadi farmasetik untuk te – rapi. “Sudah banyak sekali produk yang terdaftarkan sebagai pengganti AGP. Jadi, tidak ada kekosongan terhadap produk-produk pengganti AGP,” tegasnya.

Keunggulan dan Kekurangan

Menurut Andrew Darmawan, Sales Manager Indo – nesia PT Biochem Indonesia, ada 5 imbuhan pakan pengganti AGP yang paling sering digunakan, yakni, asam organik atau acidifier, ekstrak tanaman (herbal), enzim, prebiotik, dan probiotik. Asam organik menurunkan pH pakan dan saluran pen cernaan. Kunggulan acidifier sebagai feed preservation (pengawet pakan), antimikroba tak langsung, dan sumber energi untuk pembelahan sel. “Antimikroba tak langsung maksudnya menurunkan derajat keasaman (pH) supaya lebih asam. Itu mem – buat bakteri patogen tidak suka dengan ling kung – annya,” ungkapnya. Namun, asam organik menghen – daki dosis tinggi, sekitar 2-3 kg/ton pakan. Acidifier memiliki efektivitas dan pH berbeda-beda (pKa). Neus menjelaskan, asam organik kuat (pKa 2- 3) menurunkan pH usus sedangkan asam organik lemah (pKa 5-6) mem – batasi pertumbuhan Enterobacterial. Kom – binasi keduanya ada – lah opsi terbaik untuk menghasilkan manfaat sinergis. ”Asam kuat me ningkatkan efek anti bakteri pada asam lemah,” katanya. Minyak esensial juga membatasi per tum – buhan Enterobacterial melalui peningkatan permeabilitas mem – bran sel bakteri lalu me nyebabkan kebo – cor an sitoplasma, meng hambat sintesis protein bakteri, dan me nurunkan kemam – puan gerak flagelata. “Gabungan penggunaan acidifier dan minyak esensial lebih efektif daripada pemakaian secara terpisah. Kombinasi ini bisa me – nurunkan dosis penggunaan dan lebih hemat biaya,” urai Neus. Herbal merangsang asupan pakan juga sebagai antimikroba dan antiinflamasi. Kelemahannya, variasi komposisi bahan aktif yang tinggi dan butuh dosis besar setiap aplikasi. Sedangkan, enzim mem perbaiki penyerapan nutrisi dan performa ternak serta mengurangi faktor antinutrisi. Enzim memecah nutrisi pakan yang kompleks agar mu – dah dicerna. Kekurangannya, kata Andrew, “Terkait AGP nggak ada kaitan secara langsung dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.” Lalu, prebiotik dan probiotik yang tahan terhadap panas dalam proses pembuatan pakan dan di sa – luran pencernaan. Prebiotik melindungi dari E. coli dan Salmonella serta memberi efek kekebalan tu – buh. Probiotik mendorong pertumbuhan bakteri baik, terutama di usus kecil. Sayangnya, prebiotik tidak berefek antimikroba langsung, sedangkan varian strain probiotik sangat banyak dengan kua – litas berbeda-beda. “Kestabilan pH di perut juga beragam,” tambahnya.