Strategi Pemerintah agar Swasembada Pangan Bagian 2

Ada tiga lokasi uji penanaman, semuanya 100 ha.Pertama, di Surade, Sukabumi, Jabar, di bawah naungan pohon kelapa. Kedua, di Kab. Tanah Laut, Kalsel, di bawah sawit dan karet muda. Ketiga, di Gunungkidul, Yogyakarta, di bawah tanaman kayu putih,” rincinya. Di lahan uji tersebut, semua bahan berasal dari teknologi yang telah berhasil dikembangkan Balit – bangtan. Varietas yang ditanam di antaranya, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2, dan Inpari 42 GSR, serta Inpago Unsoed sebagai pem – banding. Alat tanamnya pun menggunakan alat tanam benih langsung (Atabela) hasil rekayasa Balai Besar Mekanisasi Pertanian. Agus mengatakan, largo super merupakan cara tanam larikan legowo 2:1 atau dengan jarak tanam (20 cm x 10 cm) x 30 cm. Di dalam penerapan Largo ini menggunakan larikan dua baris tanaman dengan diselingi ruangan kosong dan ditanami lagi. “Largo Super ini merupakan paket teknologi dari Balitbangtan. Inpago, varietas padi gogo unggul baru (VUB) yang memang dirancang khusus untuk lahan kering.

Penerapan Largo Super secara utuh oleh petani mampu menghasilkan provitas 8 ton GKP/ha,” ujar mantan Kepala Seksi Program BB Padi ini. Januari lalu kami berkesempatan mengunjungi lahan uji coba Largo Super yang terletak di Sukabu – mi. Meskipun belum musim panen, tanda-tanda ma – lai padi mulai terisi telah banyak tampak nyata. Ta – naman padi yang berada di bawah naungan pohon kelapa tersebut tetap mampu tumbuh dengan baik. Cucun, petani padi asal Surade, Sukabumi yang ditemui kami, mengaku, langsung antusias ketika ada program introduksi largo di desanya. Sebelum – nya, Cucun terbiasa menanam padi sawah dan ber – tani kacang tanah. Meskipun belum panen, ia meya – kini, dari satu hektar pertanaman padi yang dikelo – lanya akan mampu menghasilkan gabah lebih dari 5 ton. Bahkan, ia berinisiatif untuk menyelingi kebia – saan tanamnya antara padi dengan kacang tanah. Agus menandaskan, kunci Largo Super adalah varietas unggul baru super. Kedua, dekomposer untuk pengolahan tanah. Ketiga, pupuk hayati se – bagai seed treatment dan pemupukan berimbang ber dasarkan perangkat uji tanah kering (PUTK). Ke – empat, pengendalian hama penyakit dengan pes – tisida nabati dan anorganik. Terakhir, alat mesin per – tanian khusus untuk tanam. Anda tertarik mencoba?